Bulan Diatas Bunga

bulan malam itu indah..temaram tentram menyinari tiap rongga hati..tiap rusuk tulang

ingin ku menggengamnya dan membawanya sebagai lentera hidup…

sehingga terang malam ku…

bunga itu harum..semerbak menebar sejuta wewangian menusuk indera hirupku

ingin ku memetiknya dan menjadikanya sebagai pengharum kalbu…

sehingga sejuk hari ku..

tapi..langkah ini tertambat ketika kulihat anak adam..

dengan kencananya menghampiri bulanku..mendekati bungaku…

bulan diatas bunga itu telah tergenggam…

bunga yang disinari bulan itu telah terpetik..

aku…

sendiri menatap langit kosong memandang rumput lengang…

hanya ditemani hati untuk merasa dan raga untuk melindungi…

tanpa bulan..tanpa bunga…

Advertisement

3 comments on “Bulan Diatas Bunga

  1. Aduh.. robby.. what a sad poetry u have here..

    Sometimes.. flower can be so beautiful.. & that makes it more easily to pick..

    & sometimes too.. the more harder you seeks.. the more beautiful flower you’ll get..

    better than any other before..

    kanashikunaide kudasai.. ne..? (^.^)y

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s