hai..all, hari ini hari sabtu 5 april 2008 jam 11:41, harusnya jam segini cowok seusia gua sedang asik-asiknya menikmati waktu berdua bareng ceweknya, tapi itu gak berlaku buat jomlo tulen cap ikan ayam-ayam macem gua….(jujur gak tau harus nangis apa ketawa…mending guah milih kentut ajah deh..huihuihui). Sambil ditemani lagu2 dari the Fendants (band guah loh…mudah2an dalam waktu dekat albumnya udah beredar di glodok…), guah nerusin penulisan jurnal (yang mudah2an juga bisa terbit di UGjurnal..amin) dan skripsi guah. karena udah bebel nerjemain e-book berbahasa inggris akhirnya gua relax sebentar…lagi asik2nya bengong sambil ngorek2 kuping pake ujung pensil gak tau muncul ide dari mana akhirnya guah memutuskan untuk menulis artikel buat blog guah…di postingan kali ini guah akan ngebahas tentang stereo-sentence (ini kata guah yang namain sendiri loh), sebuah metode yang memperlihatkan bahwa kalimat yang ditulis dengan tata bahasa khusus mempunyai makna yang lebih dalam dibanding kalimat dengan inti yang sama yang ditulis asal2an. penasaran sensasi apa yang bisa didapatkan dari stereo-sentence?…hyuukk….baca cerpen dibawah (supaya dapet sensasinya bacanya jangan di skip yah):
Di ujung nyawa
created by. : Robby Kurniawan
Hari ini merupakan hari yang cerah di penghujung minggu, lagi2 aku berada di sebuah pesiar mewah yang sedang berlayar menuju ujung bumi bagian utara. Entah karena gaya hidup atau kekayaan berlebih, aku yang notabene merupakan CEO dari sebuah perusahaan terkemuka dunia memiliki hobi berwisata ke tempat-tempat aneh di seluruh dunia. jadwal minggu ini adalah kutub utara.
jam 12 terlihat pada rolex di tangan kiriku, tapi udara yang dingin menusuk membuatku merasa seperti sedang berada di sebuah planet asing yang dikelilingi benda putih, padat-mencair yang dikenal dengan nama es. bisingnya mesin pemecah es pada buritan pesiar menyadarkanku dari lamunan panjang tentang masa lalu yang kelam, pesiar berhenti, melabuhkan badanya yang menjulang angkuh di tengah es yang putih berkilau terkena sinar matahari musim panas kutub utara.
Suara pemandu wisata mengisyaratkan wisatawan termasuk aku untuk turun dari kapal dan istirahat di sebuah hotel mewah di tengah pulau es. hotel tersebut megah dengan lantai berlapis marmer warna gading, merupakan tempat bersantai paling mahal untuk kalangan jetset yang hidup bergelimang harta. bagiku harta adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan umat manusia di muka bumi ini, harta adalah media penyambung hidup dan pembuat hidup. harta adalah alat untuk mendapatkan apa yang banyak orang tidak bayangkan seperti wisata ke ujung bumi dan menginap di hotel mewah beralaskan es padat.Aku menaruh koperku dan merebahkan badanku ke peristirahatan yang nyaman,sangat nyaman sehingga ku terbuai di dalam kenyamanan tersebut…
Dering nokia n73 di kantung jeans membangunkan ku dari istirahat yang nyaman, dering itu merupakan dering alarm yang memang sudah ku atur untuk berbunyi pada pukul 4 sore, karena pukul 4 sore merupakan jadwal ku mengunjungi tempat2 aneh di planet es ini. setelah membersihkan diri, aku berkumpul di lobby hotel bersama wisatawan lain dengan jaket supertebal dan alat2 pendakian lainnya. setelah mendengar penjelasan singkat dari pemandu wisata, kami mulai berjalan menelusuri bukit es dan berjalan kurang lebih sejauh 1KM, samar dan semakin jelas terlihat sebuah kubah putih besar, mencengkram es dan menjulang ke angkasa.
itu adalah ice-dome, yang dibangun dengan omset di luar perkiraan manusia pada umumnya, di desain untuk dinikmati oleh para wisatawan agar dengan nyaman dapat merasakan sensasi ruang kedap di dalam es tanpa merasa sedikitpun kedinginan. ruangan ini terbuat dari kaca fiber setebal 100 inchi, dengan alat pemanas di lantainya membuat ruangan ini tetap hangat walaupun di lapisi oleh es yang dingin. di ujung ruangan terdapat sebuah lorong yang terlihat tanpa ujung, yang ternyata merupakan path yang akan aku lalui sebagai bagian dari wisata kali ini. path tersebut berisi satu jalur yang melingkar dan kembali ke lobby utama dome, jika dibayangkan path tersebut sangat mirip dengan path yang ada di sea-world. pemandu wisata berhenti berbicara, dan kami bergegas memasuki path tersebut, jujur…kali ini aku merasa sangat bersemangat memasuki path tersebut, seolah-olah path tersebut merupakan gerbang menuju surga…..atau mungkin neraka?
berbeda dengan lobby dome, path tersebut lebih gelap, lembap dan dingin..kanan kirinya hanya berpenerangan lampu pudar berwarna keemasan, mungkin pengelola dome ini ingin membuat efek horor pada path ini. pemandu wisata terus mengocehkan kata2 yang menerangkan asal-usul di buatnya path ini, dan tidak lupa menegaskan bahwa ada sebuah kebocoran pada lorong yang membuat lubang besar, karena sangat berbahaya, pemandu wisata tersebut menyarankan untuk tidak pernah melangkah kedalam lorong tersebut..tanpa tersadar, kami telah sampai pada pertengahan lorong dimana terdapat kebocoran tersebut…kebocoran itu berbentuk lubang besar seperti mulut gua yang di rantai, di dalamnya gelap, hitam tak terlihat apapun, jangankan tertarik, berfikirpun aku tak mau melangkahkan kaki kesana. kakiku sampai si depan mulut gua itu, sangat dekat, sampai sangat jelas aku melihat tulisan “BAHAYA!! dilarang masuk” meski tanpa bantuan kaca mataku. sekali lagi aku menoleh ke arah mulut gua itu dan, heii,,apa yang kulihat?.sebuah sinar hijau berpendar di kejauhan, di dalam lubang tersebut, sinar itu pucat, hijau, bergoyang, dan eksotis, sangat menarik perhatian.semakin kulihat sinar tersebut, semakin cerah warna hijau yang dibuatnya. tanpa berfikir dua kali aku melangkah melewati tulisan “dilarang masuk” dan rantai yang membelit. aku terus berjalan ke dalam gua…semakin dekat dengan sinar indah tersebut, dan akhirnya sampailah pada ujung gua tersebut. hanya sinar hijau itulah yang memberikan penerangan di ruangan itu, seolah-olah memberi kesan angker dan horor pada ruangan itu.
akhirnya aku melihat sumber dari sinar tersebut, sinar tersebut berasal dari sebuah lubang di lantai gua…di dalamnya terdapat air laut yang bercampur es…aku tahu berasal dari mana sinar tersebut, sinar tersebut berasal dari binatang protozoa yang hidup di daerah kutub, binatang tersebut memang akan mengeluarkan sinar ketika mereka merasa terancam, cara yang efektif untuk mengusir pemangsa, tapi tidak untuk mengusir ku. terbuai aku oleh keindahan warnaya…semakin lama semakin mendekat wajahku ke dalam lubang, seakan-akan ingin berlama-lama memandang cantiknya ciptaan tuhan.
wajahku sudah hampir beberapa senti ke dalam lubang, dan sesuatu diluar dugaan terjadi, sepatu yang kupakai slip karena licinya permukaan es, dan…byurrr…aku terjatuh kedalam lubang dengan air yang dikin menusuk tulang. wajahku masuk terlebih dahulu ke dalam air sehingga posisiku sangat menyedihkan, aku tak dapat membedakan mana dasar, mana permukaan, aku tak bisa melihat apa2 selain warna hitam kelam…nafasku mulai habis dan..dengan satu tarikan nafas aku berhasil mencapai permukaan. aku berusaha memanjat tepi lubang..tapi tak mungkin, karena tepian itu terlalu licin untuk di daki. jaket hangat yang menyelimuti tubuhku sudah tak kuasa menahan hantaman dingin air es kutub…tubuhku mulai merasa dingin…rasa dingin yang menghujam itu mulai merasuki paru-paruku….sesak…otaku sudah tak bisa memikirkan hal lain selain KEMATIAN…jaket yang ada di badan ku sudah tak bisa melindungiku dari dingin…sebaliknya, jaket itu membuat kematianku semakin dekat, karena menyerap air, jaket itu semakin berat dan basah…membuat kepalaku tidak bisa bertahan lagi di permukaan…lagi-lagi dengan satu tarikan nafas…kepalaku hilang dari permukaan. rasa dingin yang dalam sudah membuat sekujur tubuhku tebal..mati rasa…membuat otakku terasa kesemutan dan kram…aku sudah dekat dengan ajal…aku takut..aku memang tak pernah berfikir akan mati dengan cara tenggelam, mati yang sungguh menyiksa, mati yang tidak pernah dibayangkan oleh CEO semacam aku, bahkan oleh semua makhluk hidup di dunia. aku tak kuasa lagi menahan nafas…dan menyerah…air dingin itu masuk melalui rongga hidungku…nasuk kedalam tenggorokan ku, hangat..hangat menuju jantungku..merobek dinding paru-paruku, memecah semua pembuluh arteri ku…dan membakar sekujur badanku….sesuatu yang indah yang terakhir aku lihat adalah cahaya hijau tepat di depan mataku, cahaya hijau cahaya surga…atau neraka…buram…samar..dan tak terlihat…kalimat terakhir yang terucap dari bibirku adalah teriakan yang teredam…
AAAAARRRGGGHH……hah..h..hhh.hhh.h.hhh…aku terbangun di kasur empuk di kamar hotel…keringat membasahi sekujur tubuhku…bayangan tentang gua, lubang, dan cahaya hijau terus berputar-putar di kepalaku…mimpi…itu cuma mimpi…mimpi itu begitu nyata…begitu vivid…sampai sampai aku masih bisa merasakan bagaimana air es masuk kedalam tubuhku..menyayat dinding paru2ku yang tipis…tapi itu semua cuma mimpi..aku terdiam sesaat,dan mendengar bunyi aneh,bunyi berdetak berasal dari kolong tempat tidurku,aku berjongkok memeriksa asal bunyi tersebut,dan menemukan kotak berwarna hitam kelam dengan sinar merah berkedip diatasnya,ku tarik benda tersebut keluar,dan melihat jelas,display monochrom menunjukan angka 10..9..8..7..6..5..4..3..2..1,telingaku mendengar sesuatu yang sangat bising,darah keluar dari telinga karena hantaman bunyi tersebut bersamaan dengan keluarnya cahaya putih yang membutakan mata,yang terlihat hanya gelap,panas…panas..melelehkan kulitku,membakar tulangku, dan melumerkan isi perutku,tergeletak tak berdaya dan MATI…aarrgghhhh…..hh.hh.hh,lagi2 kalimat itu yang keluar dari mulutku,jantungku sekarang berdegup keras seakan baru terbangun dari tidur yang panjang.
Ternyata aku berada di depan layar monitor komputerku,terengah membaca tulisan dari sebuah blog…dengan alamat blognyarobby.kurniawanz.info “tulisan sialan” maki-ku dalam hati..tapi penulisnya sangat hebat, bisa membuat ku merasakan sebuah pengalaman baru..pengalaman dahsyat…diujung nyawa…-end-
fiuh..gimana…merasakan sensasi yang berbeda.?itulah yang gua sebut stereo sentence…mudah2an gua bisa membawa sensasi itu ke dalam cerpen guah diatas…sekarang udah jam 12:53..waktunya untuk tidur..padahal masih pengen nulis jurnal, tapi dah gak ada ide laghee..hihihi…baru 4 lembar udah teparr…mudah2an besok kelar..amiin,yaudah deh…thanks for reading all…kei pamit bobo dulu yaw…assalamualaikum…